Source: http://www.rekrutmen-tni.ilmci.com
   
   

Minggu, 21 April 2013

TUGAS ANALISIS NAMA UNTUK BRAND BISNIS




                Artha Virabhuana. Apa yang anda pikirkan ketika mendengar nama saya? Pasti langsung terpikirkan oleh anda yaitu sebuah nama bank atau valuta asing. Karena mayoritas nama bank atau valuta asing di Indonesia menggunakan nama ‘Artha’.
                ‘Artha’ dalam bahasa sansekerta artinya uang, dan ‘Virabhuana’ artinya pahlawan di udara. Oleh karena itu, banyak bank di Indonesia menggunakan nama ‘Artha’ sebagai nama perusahaannya, karena identik sebagai sumber uang.
                Bisnis yang sesuai dan cocok dengan nama saya adalah bisnis valuta asing, karena menurut saya, nama saya yang artinya ‘uang’, lebih condong ke bisnis yang mengurusi keuangan tersebut. Selain banyak bank yang memakai nama ‘Artha’ sebagai namanya, perusahaan valuta asingpun turut menjadikan nama ‘Artha’ sebagai nama perusahaannya.
                Bila suatu saat nanti saya membuat perusahaan valuta asing, nama perusahaan saya tersebut adalah PT. ARTHA MONEY VALUTA BHUANA. Karena dengan memakai nama tersebut, lebih meyakinkan dan menjanjikan para konsumen untuk menjadi pelanggan perusaahaan saya tersebut. Sehingga dapat membuat perusahaan valuta saya lebih profit dan eksis.

Sabtu, 20 April 2013

PERTEMUAN KEDELAPAN: MERK DAGANG DAN KONSEP NILAI



JAKARTA – RAWAMANGUN
                Pada hari Senin, 15 April 2013, diadakan pertemuan kedelapan perkuliahan Manajemen Pemasaran. Perkuliahan tersebut berlangsung di kelas R.307 Daksinapati, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta. Seperti biasa kelas diadakan pada pukul 13.30WIB, dan langsung dipimpin oleh dosen mata kuliah bersangkutan, Bapak Dr. Amril Muhammad, S.E., M.Pd. Perkuliahan kali ini diadakan presentasi oleh kelompok enam, yang terdiri dari saudara Bagindo Wisnu Dwiputra, Hery Irawan, Dicky Ramadhan, dan Panji Wisnu Nalibrata. Kelompok ini membawakan topik presentasi bertema,”Merk Dagang dan Konsep Nilai dalam Pemasaran Jasa Pendidikan”.
                Definisi dari Merk Dagang menurut American Marketing Association adalah,”Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari individu atau kelompok”. Sedangkan menurut Pihllip Kotler (1997:13),”A brand is a name, term, sign, symbol or design or combination of them, intended to identify the good or service of one seller of group of sellers and differentiate them from those of competitors”.
                Selanjutnya mengenai konsep dan pengukuran ekuitas merk, menurut David A. Aaker, Brand Equity adalah satu set brand aset dan liabilitas yang berkaitan dengan suatu merk, nama, dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan. Brand Equity ini mempunyai empat kategori, diantaranya adalah:
1.       Kesadaran Merk
2.       Penerimaan Merk
3.       Preferensi Merk
4.       Kesetiaan Merk

                Bila perusahaan mengalami ekuitas merk yang tinggi, otomatis mereka akan memiliki keuntungan yang kompetitif. Biaya pemasaran akan lebih kecil karena tingkat kesadaran dan kesetiaan konsumen tinggi. Perusahaan membutuhkan konsep yang benar dan tepat agar mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.
                Dalam menentukan nama merk, terdapat empat strategi, pertama terdapat nama berdasarkan merk individual, nama keseluruhan untuk semua produk, nama-nama keluarga yang berbeda untuk semua produk, dan nama dagang perusahaan dikombinasikan dengan nama produk individual.
                Mengenai kualitas yang diinginkan konsumen dari suatu merk tersebut, terdapat lima hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:
1.       Harus menyatakan sesuatu tentang manfaat produk,
2.       Harus menyatakan kualitas produk,
3.       Harus mudah diucapkan, dikenal, dan diingat,
4.       Harus berbeda, dan
5.       Harus tidak berani buruk.

                Sedangkan mengenai strategi merk, menurut Kottler (2000), terdapat lima pilihan strategi dalam merk, yaitu:
1.       Lakukan Perluasan Lini. Perluasan ini dapat dilakukan para pelaku usaha dengan cara menambahkan varian baru pada produk mereka.
2.       Perluasan Merk (Brand Extention). Strategi ini memanfaatkan merek yang sudah dikenal banyak orang.
3.       Gunakan strategi Multi-Merk. Strategi ini digunakan untuk menggunakan tambahan merk untuk kategori produk yang sama.
4.       Luncurkan Merk Baru. Jika sebuah perusahaan meluncurkan sebuah produk baru dalam kategori baru, tidak ada salahnya jika mereka menawarkan sebuah merk baru bagi produk yang akan mereka luncurkan.
5.       Gunakan Merk Bersama. Yaitu menggabungkan dua atau lebih merk yang sudah terkenal dalam sebuah penawaran.

                Merk juga mempunyai fungsi, dan disini terdapat beberapa fungsi yang harus diperhatikanm diantaranya yaitu:
1.       Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi dari yang lain,
2.       Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebutkan merknya,
3.       Sebagai jaminan atas mutu barangnya, dan
4.       Menunjukan hasil barang atau jasa yang dihasilkan.

                Selain itu merk mempunyai keistimewaan tersendiri, karena merk berguna untuk menarik para konsumen di pasar, keistimewaan itu adalah:
1.       Merk mempermudah penjual, mempermudah pesanan,
2.       Memberikan perlindungan kepada hukum,
3.       Memberikan penjual kesempatan kepada pemberi yang setia dan emnguntungkan,
4.       Merk yang baik membangun citra perusahaan, dan
5.       Membantu penjual melakukan segmentasi pasar.

                Dalam menentukan aspek merk, dibutuhkan beberapa faktor yang mempengaruhi merk itu sendiri, yaitu:
1.       Nama terang,
2.       Tempat,
3.       Mutu,
4.       Gaya hidup,
5.       Menyatakan sesuatu mengenai produk,
6.       Dan lain-lain.
                Merk dagang di Indonesia sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001, tentang Merk, sehingga merk-merk perusahaan di Indonesia sudah dilindungi oleh payung hukum yang berlaku. Selanjutnya terdapat bagian-bagian merk yang terdapat dalam merk itu sendiri, diantaranya terdapat Brand Name, Brand Mark, Trademark, dan Copyright.
                Sekian reportase mingguan pertemuan kedelapan saya, semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin. Terima kasih.

Minggu, 14 April 2013

TUGAS PENGEMBANGAN PRODUK JASA

     
     Dalam tugas kali ini saya akan mengembangkan produk jasa pendidikan yang telah saya rencanakan pada tugas sebelumnya yaitu bisnis pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di bidang konsultan SDM yang bernama Artha Educations Consultant. Konsultan ini membantu para kliennya dalam mengurusi hal sistem manajemen SDM, penilaian performa perusahaan, perekrutan personil perusahaan, serta training mengenai motivasi-motivasi yang dapat membuat para karyawannya lebih bersemangat dalam belajar.
     Ide awal saya ingin membuat konsultan SDM ini adalah ketika saya mendatangi salah satu konsultan psikologi milik teman kakak saya yang berada di bilangan Jakarta Selatan. Saya melihat bagaimana cara kerja para karyawan konsultan ini menghadapi para kliennya yang sedang mengalami masalah mengenai psikologinya mereka, lalu terlintaslah saya untuk membuat konsultan SDM berbasis manajemen, dan bukan psikologi. Karena menurut saya konsultan SDM di bidang manajemen ini masih sangat penting dibanding konsultan psikologi yang sudah ada.
     Nama konsultan ini diambil dari nama saya sendiri, Artha, dan Educations yang berarti edukasi atau pendidikan, bisa meliputi manajemen, planning, psikologi, dan lain-lain. Lokasi konsultan Artha Educations Consultant ini berada di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan. Mengapa saya memilih lokasi kantor konsultan di daerah ini? Karena di daerah ini terdapat banyak gedung-gedung perkantoran, baik itu perusahaan swasta ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga diharapkan dapat mengundang banyak klien yang membutuhkan bantuan kepada kita, tidak perlu jauh-jauh mencari konsultan yang berada diluar jangkauan kantornya.
     Pengembangan yang ingin saya lakukan dalam perusahaan ini adalah penambahan program kerja yang dapat diterapkan kepada klien-kliennya, dari kurikulum yang terus menerus diperbaharui, hingga isi materi yang lebih berbobot dan berkualitas kedepannya. Dalam soal biaya, berbeda tiap paketnya, dan dapat dinegosiasi sebelumnya, sehingga kedua pihak mendapatkan harga yang sesuai dan menguntungkan. Contohnya seperti perekrutan dan seleksi personil/karyawan baru, dikenakan biaya sebesar Rp. 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah)/orang, dan itu pun masih dapat kurang bila memakai dalam jumlah besar. Bila ingin mengadakan in-house training, dikenakan biaya sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah_ per acara, dan paket acara dapat dipilih sesuai keinginan kliennya.
     Mengenai karyawan konsultan saya sendiri, para karyawan sudah dibekali kemampuan dan kompetensi khusus dalam memberikan ilmu dan materi yang disampaikan kepada para kliennya. Berpendidikan minimal S-2, baik negeri ataupun luar negeri, fasih berbahasa indonesia ataupun inggris, sehingga dapat memperlancar proses konsultasi tersebut. Perekrutannya pun diadakan secara detil dan cermat, agar mendapatkan karyawan yang terbaik dan berkompeten di bidangnya. Tiap bulan diadakan evaluasi kepada seluruh karyawan agar dapat mengetahui perkembangan produksi konsultan tersebut.

PERTEMUAN KETUJUH: PENCIPTAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

     
     JAKARTA - RAWAMANGUN
     Pertemuan ketujuh perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan kali ini diadakan pada hari Senin, 8 April 2013 di ruang D 307 Daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Perkuliahan dimulai pukul 13.30WIB, dan dibimbing langsung oleh Bapak Dr. Amril Muhammad, S.E, M.Pd selaku dosen mata kuliah bersangkutan. Pada pertemuan kali ini, diadakan presentasi seperti biasanya, dan kelompok yang mendapat giliran presentasi pada hari ini adalah kelompok lima, yang anggotanya terdiri dari Yayuk Fathonah, Septia Lutfiani, Muhammad Fahmi Basyar, dan Artha Virabhuana. Namun Artha Virabhuana tidak dapat hadir pada pertemuan kali ini. Mereka mempresentasikan materi "Penciptaan dan Pengembangan Produk Jasa Pendidikan".
    Definisi dari "produk" itu sendiri adalah seperangkat atribut baik yang dapat berwujud atau tidak berwujud, yang ditawarkan kedalam pasar dan dapat memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan konsumen. Produk ini sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu goods dan services.
     Mengapa diperlukan adanya penciptaan dan pengembangan produk? Karena dalam sebuah produksi suatu produk dalam perusahaan, diperlukan adanya inovasi dan eksistensi barang yang diproduksi tersebut, agar produk tersebut dapat bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, dan harga produksi yang melonjak naik, dengan demikian perusahaan tersebut dapat memperoleh keuntungan laba yang lebih.
     Dalam pengembangan produk jasa pendidikan ini, terdapat delapan tahap proses pengembangan produk, pertama adalah penciptaan ide. Pengumpulan ide gagasan produk ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain konsumen, pesaing, karyawan, dll. Kedua adalah penyaringan ide. Setelah mendapatkan beberapa ide yang diterima, ide-ide tersebut harus disaring melalui proses yang teliti dan cermat agar mendapatkan yang terbaik. Ketiga adala pengembangan dan pengujian konsep. Sebelum produk tersebut diluncurkan ke pasar, konsep yang akan diluncurkan ini harus diuji terlebih dahulu dengan cara memberikan sample kepada beberapa konsumen yang dapat dipercaya, agar dapat dilihat apakah produk tersebut dapat diterima dan dipasarkan di masyarakat. Keempat adalah pengembangan strategi pemasaran. Pada tahap ini adalah bagaimana mengatur strategi agar produk tersebut laris di pasaran. Kelima adalah analisis usaha. Analisis ini dilakukan untuk mencari tau nilai dan seberapa besar perkiraan laba, penjualan, serta pengeluaran produk perusahaan tersebut. Keenam yaitu pengembangan produk. Konsep produk tersebut dapat direalisasikan di pasaran, dan dapat dikembangkan sesuai kemauan perusahaan tersebut. Ketujuh adalah marketing testing. Yaitu pengujian pasar dimana produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat khususnya konsumen dengan cara memberikan sampel produk tersebut, untuk mengetahui bagaimana reaksi konsumen tersebut. Kedepalan adalah komersialisasi. Pada konsep ini, dijelaskan bagaimana strategi produk tersebut akan diluncurkan, menentukan kapan, dimana, pada siapa, dan bagaimana.
     Tujuan diadakannya product planning:
     1. Untuk memenuhi keinginan konsumen yang belum puas,
     2. Untuk menambah omzet penjualan.
     3. Untuk menenangkan persaingan.
     4. Untuk mendayagunakan sumber-sumber produksi,
     5. Untuk meningkatkan keuntungan dengan pemakaian bahan yang sama,
     6. Untuk mendayagunakan sisa-sisa bahan,
     7. Untuk mencegah kebosanan konsumen,
     8. Untuk menyederhanakan produk.
     Pada pengembangan jenis produk inipun terdapat beberapa kelemahan yang dapat terjadi pada perusahaan tersebut, diantaranya adalah dengan adanya kekurangan ide produk, sehingga konsumen menjadi jenuh dan bosan terhadap produk yang ditawarkan, lalu terdapat pasar yang terlalu banyak, sehingga konsumen menjadi tidak fokus dalam memenuhi kebutuhan yang diinginkannya, lalu ada mahalnya proses pengembangan produk baru yang menyebabkan perusahaan tersebut kekurangan modal untuk mengembangkan produknya, kendala pemerintah yang menyangkut kebijakan pemerintah tersebut, dan waktu pengembangan yang lebih cepat dan siklus hidup produk yang lebih pendek.
     Itulah reportase pertemuan ketujuh perkuliahan manajemen pemasaran pada hari Senin, 8 April 2013 kemarin, semoga materi yang disampaikan dapat dicerna dan dipahami dengan baik.

Jumat, 29 Maret 2013

PERTEMUAN KEENAM PEMASARAN JASA: BAURAN PEMASARAN JASA



Senin, 25 Maret 2013
     JAKARTA- Hari ini merupakan pertemuan keenam perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan. Pada pertemuan ini, Bapak Dr. Amril Muhammad, S.E. M.Pd selaku dosen mata kuliah ini, berhalangan hadir. Namun sesuai perintahnya, kuliah tetap diadakan dan dilanjutkan. Presentasi pada hari ini dilakukan oleh kelompok empat. Presentasi dipecah menjadi beberapa kelompok kecil, diwakili tiap peserta. Perkuliahan dilaksanakan di selasar lantai satu, depan kantor jurusan Manajem Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta.

     Aprilia Nita, selaku perwakilan dari kelompok empat, menjelaskan materi Bauran Pemasaran Jasa menurut Kottler adalah, "Bauran pemasaran merupakan sekumpulan alat pemasaran atau marketing mix yang dapat digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran". Selanjutnya ia menjelaskan bahwa marketing mix terdiri dari 4 (empat) jenis, yaitu product, place, price,  dan promotion. Yang dimana 4P tersebut adalah merupakan konsep bauran pemasaran tradisional. Sedangkan konsep modernnya adalah people, process, dan physical evidence (Bitner).

     Lalu pembauran pemasaran jasa ini harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi pasar tersebut, yang dikenal dengan bersifat dinamis. 

     Ia menjelaskan bahwa Produk adalah sekumpulan nilai produk yang kompleks, dan nilai itu ditetapkan oleh pembeli berdasarkan manfaat yang mereka terima. 

     Sedangkan Price itu kritis, karena menentukan besar kecilnya profit. Dalam hal ini dibagi menjadi tiga:
     1. Penetapan harga berdasarkan biaya
     2. Penetapan harga berdasarkan saingan/pesaing
     3. Penetapan harga berdasarkan pemintaan konsumen

     Place menurut saudari Aprilia Nita, adalah tempat terjadinya produse/perusahaan dengan konsumen. Ada delapan faktor yang menentukan profit perusahaan, yaitu:
     1. Akses = Mudah digunakan/dijangkau
     2. Visibilitas = Dapat dilihat/tidak dari sisi jalan
     3. Traffic = Menentukan konsumen
     4. Tempat parkir yang luas
     5. Ekspansi = Tempat perpindahan yang cukup
     6. Lingkungan
     7. Persiangan = Lokasi pesaing
     8. Peraturan Pemerintah

    Promosi menurut saudari April, menentukan keberhasilannya program pemasaran. Sedangkan tujuan dari promosi ini sendiri adalah untuk menginformasikan, mempengaruhi, membujuk konsumen tentang apa yang dipasarkan. Terdapat beberapa bagian dari hal promosi ini.
     1. Personal Selling = Face to Face/langsung
     2. Mass Selling = Periklanan/publisitas
     3. Promosi/penjualan = Bentuk persuasi langsung
     4. Humas = Memanfaatkan untuk mendekatkan masyarakat
     5. Direct Marketing = Sistem pemasaran yang bersifat interaktif dan memanfaatkan media
     6. Word of mouth = Lebih menekankan pengalaman.

     People, menurut saudari April, adalah sekumpulan pegawai di perusahaan tersebut. Seluruh perilaku produsen diperhatikan konsumen.

     Sedangkan Physical Evidence adalah sarana fisik, atau lingkungan fisik, dapat berupa logo, dan bangunan.

     Terakhir ada Process, menurut dia, definisinya adalah semua prosedur awak, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa.

     Itulah materi Pembauran Jasa yang disampaikan oleh saudari Aprilia Nita dari kelompok lima dalam presentasinya kemarin Senin (25/03). Dengan kata lain, pembauran ini adalah percampuran antara konsep-konsep tradisional dan modern dalam mencapai tujuan dalam pasar sasaran.

Sabtu, 23 Maret 2013

PERTEMUAN KELIMA MANAJEMEN PEMASARAN : POSITIONING DAN JASA PEMASARAN

            
                   Senin, 18 Maret 2013
            JAKARTA- Hari ini merupakan perkuliahan kelima mata kuliah manajemen pemasaran jasa pendidikan. Pada pertemuan kali ini, presentasi oleh kelompok 3 diadakan di selasar Fakultas Ilmu Pendidikan lantai 1 (satu). Dengan sistem presentasi dibagi menjadi kelompok-kelompok besar, tiap kelompok berkisar antara 8-9 orang, para penyaji dari tiap kelompok menjelaskan secara detil dan rinci materinya. Selanjutnya setelah presentasi, mahasiswa diminta Bapak Dr. Amril Muhammad, S.E, M.Pd. untuk berpindah ke ruang kelas 307.
            Pada saat di kelas, bapak Amril selaku dosen mata kuliah ini, menjelaskan materi mengenai postioning dan jasa pemasaran. Positioning adalah proses dimana pemasar mencoba menciptakan citra (pencitraan) atau identitas di benak target pasar mereka untuk produk, merek, atau organisasi tersebut. Positioning juga didefinisikan sebagai cara dimana pemasar menciptakan kesan dalam pikiran pelanggan. Positioning harus mencerminkan bagaimana cara target pasar mendefinisikan nilai dan melakukan pemilihan produk jasa yang bersaing.
            Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan positioning ini:
1.      Konsumen perlu kenyamanan,
2.      Konsumen perlu ketepatan,
3.      Konsumen perlu keamanan,
4.      Konsumen perlu keramahan.

            Sebelum melakukan positioning, pemasar harus terlebih dahulu melakukan penetapan strategi positioning. Dalam hal ini, ada tiga hal yang harus diperhatikan, pertama yaitu menganalisa mengenai kekuatan produk yang akan dipasarkan tersebut, kedua, menentukan kebutuhan pasar sasaran, ketiga, menganalisis kelebihan dan kekurangan produk yang akan ditawarkan.
            Selanjutnya ada 3 langkah dalam menjalankan positioning, yaitu:
1.      Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan dengan pesaing.
2.      Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat/menonjol.
3.      Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.

            Selanjutnya positioning dibagi menjadi tiga. Pertama, adalah confused positioning, yaitu satu jenis produk yang sudah terkenal, diikuti oleh jenis produk lain. Sebagai contohnya, misalnya ada konsumen yang ingin membeli air mineral bermerk aqua, tetapi oleh penjual diberikan merk vit. Kedua, adalah under positioning. Dalam kelompok ini, sebuah perusahaan produksi atau jasa memberikan info produk atau pesan produk tersebut secara tidak jelas atau kurang jelas, sehingga pesannya kabur dan konsumen tidak begitu mengerti apa yang dimaui perusahaan. Ketiga, adalah over positioning. Dalam hal ini konsumen mempersepsi produk perusahaan tersebut terlalu mahal dan perusahaan luput mengenali rentang pasar yang cukup luas.
            Pembahasan berikutnya mengenai penempatan pada positioning. Penempatan ini dibagi menjadi dua, yaitu re-positioning dan de­-positioning. Pertama, re-positioning adalah penempatan ulang atau penempatan baru yang dilakukan berdasarkan pesaing. Sedangkan de-positioning adalah penempatan ulang atau penempatan baru yang dilakukan berdasarkan kemauan sendiri.
            Pesaing sendiri harus diperhatikan agar tidak luput dan tidak dapat mengejar keuntungan perusahaan kita. Produk, barang, dan harga tersebut harus diperhatikan. Oleh karena itu, positioning harus diperhatikan secara prioritas, agar perusahaan dapat memberikan pencitraan produknya kepada pasar atau konsumen, sehingga konsumen dapat mengidentifikasi secara jelas produknya, dan dapat meraih keuntungan yang besar dari penjualannya.
             Demikian reportase pertemuan kelima manajemen pemasaran dan jasa pendidikan, materi positioning dan jasa pemasaran sudah dapat disampaikan secara jelas dan akurat. Terima kasih.

Jumat, 08 Maret 2013

BISNIS JASA PENDIDIKAN / PENGEMBANGAN SDM


  JAKARTA-SABTU(09/03/2013)
                Nama dan bisnis jasa pendidikan / pengembangan SDM menurut saya yang cocok dan mumpuni adalah ARTHA EDUCATIONS CONSULTANT.

              Bisnis jasa pendidikan yang saya rencanakan ingin bangun adalah konsultan professional yang bergerak di bidang Human Resources atau Sumber Daya Manusia. Pendekatan yang dilakukan saya dalam melaksanakan bisnis jasa pendidikan / pengembangan SDM ini adalah menggunakan pendekatan differentiated marketing. Konsultan ini membantu para kliennya dalam membantu menyelesaikan permasalahan SDM di perusahaan ataupun kantornya. Permasalahan yang bisa dihadapi dalam masalah SDM seperti Sistem Manajemen SDM, cara pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) karyawan, penilaian performa manajemen perusahaan, pembuatan dan pembangunan kompetensi personil perusahaan, in-house employees training, rekrutmen dan seleksi personil/karyawan baru, dan lain-lain. Tarif konsultasi ini tergantung persetujuan.
            Selain itu konsultan ini dapat membantu perusahaan dalam memanajemen usaha dan bisnisnya, seperti pengembangan visi dan perusahaan, strategi perusahaan dalam menghadapi konsumen, implementasi mutu dan kinerja staf perusahaan, manajemen kinerja perusahaan, dan lain-lain.
            Menurut saya konsultan SDM seperti itu masih sangat dicari oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Dikarenakan masih banyak perusahaan yang kurang mengerti akan manajemen internal SDM-nya, maka sebaiknya menggunakan jasa konsultan SDM seperti ini. Selain menguntungkan, bisnis jasa konsultan SDM ini dapat membangun perusahaan klien-kliennya, sehingga lebih profit dan berkembang.